content top
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Puisi Matematika 2

Rasa sayangku padamu bagaikan bilangan positif..
Tak memiliki ujung bak lingkaran..
Begitu besar bagai bilangan berpangkat tak terhingga..
Takkan terbagi-bagi laksana bilangan pirma..
Engkau begitu istimewa, seistimewa bilangan kelipatan 9..
Bila tak di sampingmu ku merasa kosong..
Tak menentu bagaikan bilangan imajiner..
Cintaku selalu tegak, setegak garis singgung lingkaran terhadap jari-jarinnya..
Akan selalu utuh, seutuh bilangan bulat..
Takkan terpecah bagai bilangan cacah..
Ku harap rasa sayangku dan sayangmu bagaikan sisi bujur sangkar..
Memiliki besar cinta yang sama seperti sudut-sudut segitiga sama sisi..
Tak berliku-liku bagai metode sinus cosinus..

Puisi Matematika

Adinda..
Jika akar – akar persamaan kuadrat..  x1 dan x2..
Maka x1 adalah diriku.. dan engkaulah x2 nya..
Tanpa dirimu, hatiku bagaikan himpunan kosong..
Saat kau hadir di depanku, sinus kosinus hatiku pun bergetar..
Membelah hatiku..
Saat kau jauh hatiku gelisah.. seakan..
Kita pun jauh sejauh titik tak hingga..
Membuatku ingin selalu dekat.. dekat.. dan terus dekat..
Bersama dengan dirimu.. bagaikan garis yang sejajar..
Entah dengan modus apa ku jelaskan ini semua..
Modus ponens kah.. tollens.. atau.. silogisme kah..
Untuk memecahkan logika hatimu..
Dan membuat diagonal – diagonal ruang hatimu..
Bersentuhan dengan diagonal – diagonal bidang hatiku..
Tapi itu semua, cumalah sebuah garis khayal dalam benak pikiranku..
Karena daerah grafik fungsi cinta terbatasi oleh titik agama..
Ooo.. Ku harus menyimpan semuanya dalam kotak impianku..
Ku harus terus jalani hidup ini dalam barisan aritmatika ku..

Adinda..
Akankankah kau mau menungguku..
Hingga ku siap menjadikanmu sebagai daerah bagian hidupku..
Tapi… akankah peluang itu ku dapatkan..
Akankah waktu memihak kepadaku..
Jawabannya..
Allah lah yang mengatur semua grafik dan tabel kehidupanku..
Dan kini ku hanya dapat berusaha dan terus berdoa..
Ya Allah.. kalau dia memang jodohku..
Jadikanlah ia sebagai volume ruang kehidupanku..
Aamiin..

Rabu, 29 Februari 2012

GURU MATEMATIKAKU

Di wajahnya ada bintik-bintik hitam (x,y)
Jerawat memang,
Tapi bukan buatan
Alis matanya rapi bukan diarsir
Bola matanya kongruen dan ekuivalen

Guru matematikaku
Tiap hari bermain angka-angka
Tapi tidak sedang menghitung gaji
Karena gajinya cukup dieja dengan lima jari
Dihubungkannya garis,
Kadang vertikal, sekali waktu horizontal
Tapi bukan sedang membuat sketsa rumah
Karena baginya rumah tinggal menempati
Mau tipe 21, tipe 36, atau yang RSS
Rumah sangat sempit atau rumah sedikit semen

Guru matematikaku
Dahinya terlihat jelas, garis-garis sejajar sumbu x
Suaranya lantang, lugas, tegas bilangan prima
Senyumnya lepas bilangan tak terhingga

Guru matematikaku
Giginya putih bilangan asli
Dadanya bidang segitiga sama kaki
Badannya tegak vertikal

Guru matematikaku
Gajinya berbanding terbalik dengan jasanya
Jasanya berbanding senilai dengan harapan-harapannya
Ucapan dan pikirannya selalu positif
Hasilnya selalu berharga mutlak
Dikuadratkan
Menteri-menteri
Dokter-dokter
Pegawai negeri-Pegawai negeri
Kuli-kuli
Dan masih banyak lagi
Masih banyak lagi

Guru matematikaku
Bila berjalan ditundukkan kepalanya 120 derajat
Langkahnya sedikit diseret agak loyo
Maklum terlalu banyak membawa rumus
Tak senang melihat pengangguran
Diakhir pertemuan ia selalu berkata PR
Bila sedang marah ia hanya berkata
''coba hitung, sejuta pangkat seribu''

Kamis, 05 Januari 2012

Cinta Himpunan Bilangan

Aku mencintaimu secara natural.
Ku mulai dengan satu langkah, dua, tiga,empat hingga akhir hayat.

Aku mencintaimu secara cacah.
Sebelum kumulai satu langkah itu, sama sekali aku belum mengenalimu.

Aku mencintamu secara bulat.
Menerimamu apa adanya, positif negatif dirimu, apa adanya.

Aku mencintaimu secara rasional.
Dapat kubuktikan kepadamu, betapa pentingnya dirimu bagi diriku.

Aku juga mencintai dirimu secara irasional.
Banyak hal yang tak mampu kuungkapkan, seberapa pantaskah diriku bagi dirimu.

Aku mencintaimu secara riil.
Sebab aku mencintaimu dengan rasional dan juga irasional.

Aku mencintaimu secara kompleks.
Ada perkara imajiner yang melengkapi diriku dan juga dirimu, tentunya.

Aku mencintaimu secara transenden.
Walau banyak masalah tak terselesaikan secara aljabar, aku tetap mencintaimu.

Aku mencintaimu secara biner.
Tak perlu berpanjang lebar. Cukup kau katakan, Ya atau Tidak.
Bahwa kau juga sama, mencintai diriku.

Matematika dan Cinta

Matematika dan cinta
Dua kata yang sangat bermakna
Matematika dan cinta
Dua kata yang sangat erat dengan anak SMA
Matematika dan cinta
Misterinya sangat menggoda
Matematika dan cinta
Logikanya sulit di rasionalkan oleh kita
Matematika dan cinta
memiliki cara khusus untuk bisa di sebut istimewa
Matematika konsep - konsep penuh logika
cinta konsep - konsep penuh suka dan duka
Deret aritmatik dalam MTK
Bagai benih cinta yang terus mengintegral diantara kita
Hidup tanpa cinta tak membuat gila
namun hidup Tanpa bisa MTK akam membuat kita sengasara
Matematika dan cinta
Bahasannya tak habis oleh zaman kita
Penafsirannya sangat mendalam
Membawa kesan yang kelam

Karya : Achmad Fathony

content top